082 234 806000
082 234 806000
082 234 806000
5EA378EE

FAQ ICP

Bagaimana proses terjadinya pembekuan darah? Apa saja akibatnya? Bagaimana cara pencegahnnya?

Pembekuan darah atau yang sering disebut trombus merupakan pembentukan dari gabungan timbunan trombosit yang ada pada darah. Penimbunan trombosit ini terjadi di dalam rongga bagian pembuh darah jantung yang dapat menimbulkan terjadinya penumpukan serta endapan yang semakin hari akan keras seiring berjalannya waktu. Terjadinya endapan inilah yang disebut trombus. Proses pembentukan jaring terjadi melalui beragam tahap yaitu berawal dari terlukanya dinding pada bagian pembuluh darah sehingga trombosit pada darah akan mulai menumpuk tepat pada luka. Kemudian adanya pelepasan cairan yang sifatnya beku sehingga akan terjadi perekatan dengan fibrin protein yang ada pada darah.

Jaring tersebut akan menangkap sel darah berwarna merah yang semakin lama akan mengalami penumpukan serta terjadinya pembentukan trombus yang beresiko melakukan penyumbatan pada bagian pembuluh darah, tubuh akan mengalami kekurangan darah, terjadinya pengkerutan hingga perusakan. Trombus juga menjadi pemicu utama munculnya berbagai macam penyakit, seperti stroke, kelumpuhan pada otak, rasa nyeri yang terjadi di bagian dada kiri, penyumbatan padsa bagian pembuluh darah, jantung koroner, serta penyakit mematikan lainnya.

Cara yang ditempuh untuk bisa menghindari terjadinya trombus adalah dengan mengatur pola makan serta pola hidup yang sehat serta teratur. Menjaga pola makan yang baik bisa dilakukan dengan cara mengurangi makan makan yang mengandung minyak, makanan yang terlalu manis serta makanan yang memiliki jumlah kalori cukup tinggi. Selain itu, kurangi juga rasa yang terlalu tajam pada makanan seperti rasa manis, asin, mapun pedas. Pilihlah bahan makan yang sekiranya cocok untuk tubuh dan jangan terlalu banyak menggunakan bahan kimia. Sangat dianjurkan sekali untuk lebih memperbanyak komponen berupa sayuran dan buah-buahan pada makanan. Selain pola makan, pola hidup juga harus dijaga yakni dengan berolahraga secara rutin dan teratur. Perlu diketahui juga bahwa tubuh juga perlu diberi asupan yang berkualitas seperti ICP Capsule ini. Asupan berupa obat ini bisa dikonsumsi setiap hari setelah makan pagi dan sebelum tidur.

Apakah ICP Capsule mampu mencegah penyumbatan yang terjadi pada otot jantung?

Penyumbatan yang terjadi pada otot jantung dapat dicegah dengan beragam cara, mulai dari mengatur pola hidup yang baik dan sehat, istirahat yang cukup, hindari mengonsumsi rokok, mengurangi konsumsi makanan yang mengandung banyak minyak, olahraga secara rutin, sering konsultasi mengenai kadar lemak kepada dokter, kurangi juga makanan yang mengandung bahan kimia berlebihan serta rasa yang tajam. Cara lain yang bisa dilakukan jika seseorang menderita penyakit seperti diabetes dan hipertensi adalah dengan mengonsumsi obat tepat waktu sesuai dosis yang dianjurkan serta menjaga kestabilan pada gula darah.

ICP Capsule juga menjadi alternatif utama untuk anda yang ingin mencegah diri dari timbulnya plak dan penyumpatan yang ada dalam dinding pembuluh darah. Tentu ICP Capsule ini menjadi pilihan yang tepat bagi anda yang ingin benar-benar terbebas dari penyumbatan di arteri. Selain itu obat ini juga mengurangi resiko untuk kambuh bagi seseorang yang pernah menderitanya.

Bagaimana cara yang dilakukan untuk menghindari sumbatan pada pembuluh darah jantung yang tiba-tiba kambuh?

Sumbatan pada pembuluh darah jantung yang tiba-tiba kambuh disebabkan karena terdapatnya luka pada dinding pembuluh darah. Luka ini terjadi dikarenakan adanya penumpukan plak yang sudah mengeras dalm kurun waktu yang lama. Saran terbaik untuk menghindari kambuhnya sumbatan ini adalah tidak bekerja dengan tegang, dengan artian santai tapi serius, menjaga diri agar terbebas dari rokok, makan makanan yang menggunakan bumbu ala kadarnya bukan yang terlalu berlebihan. Para peneliti sudah mengatakan bahwa rutinitas mengonsumsi ICP berkepanjangan mampu mengurangi resiko terjadinya sumbatan pada pembuluh darah jantung serta dapat melakukan pencegahan akan adanya penumpukan trombosit dalam tubuh.

Saya memiliki riwayat hipertensi, apakah seharusnya saya juga mulai mencegah penyakit jantung?

Kini mulai banyak pertanyaan yang muncul di masyarakat mengenai berbagai penyakit terutama penyakit jantung. Pelu diperhatikan bahwa hanya kelompok-kelompok tertentu saja yang dapat diserang penyakit jantung. Berikut adalah kelompok yang beresiko terserang penyakit jantung, diantaranya :

  1. Penderita hipertensi

Hipertensi sendiri memiliki definisi yaitu penyakit yang munvul akibat adanya plak yang mnegeras pada bagian pembuluh darah. Sebagian besar penderita hipertensi memiliki persentasi terbanyak untuk bisa terserang penyakit jantung koroner. Menurut para ahli kesehatan penderita hipertensi beresiko 5 sampai 8 lebih tinggi dibandingkan dengan orang yang normal.

  1. Penderita kadar lemak darah yang tidak normal

Pemicu lain munculnya penyakit jantung koroner dalam tubuh seseorang adalah jumlah kadar lemak pada darah yang tidak normal. Perlu diperhatikan bahwa kadar lemak yang tidak normal dapat dilihat dari tingginya jumalah kolestrol, rendahnya HDL (High Density Lipoprotein), serta tingginya jumlah LDL (Low Density Lipoprotein). Dengan demikian faktor kadar lemak yang tidak normal ini bisa memicu munculnya plak di pembuluh darah yang dapat beresiko terkena penyakit jantung koroner.

  1. Penderita diabetes

Sudah dilakukan beberapa kali penelitian yang hasilnya adalah penderita diabetes memiliki resiko terserang penyakit jantung koroner ketimbang seseorang yang tidak menderitanya. Setelah diadakan pengecekan kepada 1000 orang, ternyata penderita diabetes memiliki persentase 38% untuk terserang penyakit jantung koroner. Dan lagi-lagi kadar lemak yang tidak normal juga turut menjadi pemicu utama terjadinya penyumbatan pembuluh darah.

  1. Orang yang merokok

Sudah wajar jika setiap harinya perokok menghabiskan 1 bahkan lebih punting rokok. Namun ada kalanya jika mereka tahu bahwa jumlah rokok serta lamanya waktu yang digunakan untuk merokok tentu dapat membuat perokok terkena serangan jantung. Karena kandungan nikotin pada rokok dapat menaikkan tekanan darah dan detak jantung yang berdebar tidak beraturan. Selain itu, merokok juga dapat menimbulkan adanya rasa nyeri pada bagian dada kiri.

  1. Kurang berolahraga

Olahraga adalah salah satu hal yang harus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan jasmani serta kebugaran tubuh. Jika kita kurang berolahraga maka akan banyak menimbulkan akibat buruk bagi tubuh. Tubuh yang kurang olahraga akan mengakibatkan sirkulasi darah yang kurang baik sehingga akan mengalami penyempitan pada pembuluh darah. Hal yang demikian ini dapat memicu untuk terserangnya penyakit jantung koroner.

  1. Obesitas atau kegemukan

Kegemukan seringkali menimbulkan dampak yang buruk bagi tubuh, karena tidak adanya keseimbangan yang terjalin pada tubuh. Jika dilihat dari persentasenya, orang yang memiliki ukuran badan lebih besar memiliki persentase 69,6% terkena penyakit jantung koroner dibandingkan orang yang postur tubuhnya kecil yakni memiliki persentase 29.2%.

  1. Terlalu banyak berpikir

Berpikir yang terlalu berlebihan juga tidak baik bagi tubuh. Terlalu banyak berpikir selain dapat menyebabkan stress juga dapat memicu terkena penyakit jantung koroner. Mengapa demikian? Karena kondisi yang seperti ini bisa mengakibatkan terjadinya kerusakan pada sistem endoktrin.

  1. Wanita yang sudah menopause

Menopause merupakan kejadian secara fisiologis dimana seorang perempuan telah berhenti dari siklus menstruasinya. Memang resiko terserang penyakit jantung pada perempuan lebih rendah ketimbang laki-laki, hal ini timbul karena pada diri seorang perempuan terdapat suatu hprmon sejenis esterogen. Namun ketika beranjak pada manopause hormone esterogen ini tidak berfungsi dengan maksimal seperti dulunya, sehingga lebih mudah memunculkan resiko terserang penyakit jantung koroner.

Apa hubungan antara musim dengan reaksi sumbatan pada pembluh darah jantung?

Reaksi sumbatan pembuluh pada pembuluh darah jantung seringkali terjadi setiap pertukaran musim, misal pertukaran musim panas ke musim dingin. Pada kejadian tersebut sudah banyak perubahan yang terjadi mulai dari perubahan cuaca, detak pada jantung yang berlangsung cepat, meningkatnya konsumsi oksigen, serta menjadi faktor pemicu terjadinya kejang pada pembuluh darah yang menyebabkan resiko terkena serangan jantung koroner.

Ada baiknya jika pada pergantian musim seperti ini seseorang terutama para penderita jantung koroner harus selalu menjaga kehangatan tubuh serta tidak beraktivitas semacam olahraga ataupun bekerja di luar ruangan. Untuk menyesuaikan kondisi yang seperti ini, penderita dapat beralih untuk mengonsumsi ICP Capsule, karena obat ini mampu menyesuaikan kondisi sesuai dengan musimnya.

Apakah ICP berpengaruh terhadap tensi darah?

ICP seringkali menjadi alternative utama bagi seseorang yang ingin terbebas dari penyakitnya terutama penyakit jantung koroner. Namun seiring dengan kepopuleran ICP sendiri memicu munculnya banyak pertanyaan, salah satunya adalah apakah ICP berpengaruh terhadap tensi darah?. Menanggapi pertanyaan yang demikian itu sudah bisa ditunjukkan bahwa jika ICP tidak memperlihatkan adanya unsur reaksi maka tensi darah yang dihasilkan normal. Akan tetapi jka ICP sendiri memperlihatkan reaksinya maka akan membantu menurunkan tensi darah yang tinggi pada penderita jantung koroner. Selain itu juga mampu membuat kondisi kurang darah pada bagian otot jantung menjadi lebih baik dari sebelumnya serta memperbaiki fungsi dari jantung sehingga dapat mengurangi resiko munculnya penyakit jantung koroner.

Kondisi fisik yang lemah bisa terjadi karena beberapa faktor, diantaranya :

  1. Kurangnya tekanan darah dalam tubuh
  2. Otot jantung yang kurang dalam konsumsi oksigen
  3. Beban kerja jantung yang semakin hari sedikit

Untuk mengatasi hal yang demikian ini, ICP dapat dijadikan pilihan yang cocok untuk mengatasi semua masalah itu hingga berbagai macam penyakit khususnya jantung koroner.

Apakah detak jantung yang berjalan lambat serta rendahnya tekanan darah diperbolehkan untuk mengonsumsi ICP?

Berbagai macam metode untuk memecahkan masalah pada tubuh seperti detak jantung yang berjalan sangat lambat (50-60 detakan per menit) dan rendahnya tekanan darah sudah tersedia banyak. Seperi ICP Capsule yang menjadi salah satu asupan dalam bentuk obat yang membantu mengatasi masalah penyumbatan dinding pembuluh arteri. Tidak hanya itu, ICP Capsule ini juga diperbolehkan untuk dikonsumsi oleh orang yang memiliki tekanan darah rendah serta detak jantung yang berjalan lambat.

Berbagai gejala yang pernah ada dalam tubuh saya sudah hilang setelah rutin mengonsumsi ICP, apakah masih harus lanjut untuk mengonsumsinya?

Seperti yang telah diketahui sebelumnya bahwa gejala adalah suatu tanda adanya penyakit yang terdapat dalam tubuh kita. Mungkin saja gejala yang sering dirasakan telah hilang, namun siapa tahu bahwa akar dari penyakit tersebut belum hilang. Jadi jangan sepenuhnya percaya terhadap gejala yang sudah hilang tentu penyakit hilang. Ada baiknya jika anda terus mengonsumsi ICP Capsule secara rutin meski gejala yang ditimbulkan sudah hilang. Diharapkan dengan konsumsi secara rutin ini mampu memberikan hasil yang maksimal bagi tubuh.

Apakah ada bukti ilmiah yang menunjukkan jika ICP Capsule dapat mengurangi plak yang sudah mengeras pada bagian pembuluh darah?

Hampir seluruh Negara yang ada di belahan bumi ini sudah membuktikan khasiat dari penggunaan ICP ini, salah satunya adalah menurunkan kadar lemak dalam darah. Manfaat lain dari penggunaan ICP adalah mampu bekerja cepat dalam membasmi plak yang mengeras serta menempel pada bagian pembuluh darah. Sudah berkali-kali dilakukan penelitian oleh ahlinya, hasilnya terbukti bahwa ICP mampu mengecilkan plak keras yang awalnya besar. Bukti ilmiah tersebut diharapkan mampu memusnahkan setiap tanggapan orang yang memiliki pendapat jika plak yang keras tidak akan mungkin dapat dihilangkan. Akan tetapi faktanya ICP mampu mengecilkan bahkan sampai menghilangkan plak tersebut. ICP Capsule ini memiliki beragam fungsi yang tentunya baik bagi tubuh, diantaranya :

  1. Berperan penting sebagai antioksidan
  2. Berperan penting dalam mengatasi pengeroposan kalsium’
  3. Dapat bekerja cepat dalam menurunkan kadar lemak pada darah
  4. Melindungi setiap sisi pembuluh darah, sehingga mengurangi resiko timbulnya plak di dinding pembuluh darah

Apakah ICP dapat menurunkan kadar lemak darah?

Setelah dilakukan survey ke beberapa orang oleh para riset terbukti bahwa seseorang yang mengonsumsi ICP secara teratur selama 1 hingga 2 bulan, maka jumlah kolestrol yang awalnya tinggi akan menurun. Kadar kolestrol dapat dibilang turun jika total kolesterol, LDL (Low Density Lipoprotein), serta angka trigliserid (jenis lemak yang terdapat dalam darah) terjadi penurunan dari yang sebelumnya. Tidak hanya itu, ICP juga telah mempertimbangkan adanya unsure keserasian pada perbandingan nilai kolestrol dengan cara membantu meningkatkan HDL (High Density Lipoprotein).

Benarkah jika tidak ada satu pun efek samping yang ditimbulkan setelah mengonsumsi ICP?

Penelitian sudah berkali-kali dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya kandugan efek racun yang terdapat dalam ICP. Namun faktanya tidak ada satu pun kandungan racun yang terdapat pada ICP ini, sehingga tidak akan menimbulkan efek samping dalam pengomsumsiannya. Menelisik dari hasil riset yang dilakukan oleh para ahli kepada pasien rumah sakit, hanya ditemukan sebab dari pebedaan setiap tubuh yang satu dengan yang lain. Adanya perbedaan karakteristik ini membuat sekitar persentase 1% pasien mengalami berbagai macam keluhan, seperti kepala yang terasa membengkak, tiba-tiba muncul rasa pusing di kepala, hingga sedikit gangguan pada organ dalam yaitu lambung. Namun tidak perlu khawatir, masalah kecil ini bisa diatasi tanpa menggunakan obat karena akan hilang sendiri.

Apakah ICP diperbolehkan dikonsumsi oleh wanita yang sedang menstruasi atau yang sedang mengalami pendarahan?

Menstruasi atau lebih sering disebut haid merupakan perubahan secara fisiologis yang terjadi dalam tubuh wanita secara berkala karena dipengaruhi oleh hormone progesterone dan estrogen. Menstruasi hanyalah masalah yang biasa dialami wanita ketika beranjak menuju masa remaja, jadi tidak akan menjadi masalah jika konsumsi ICP tetap dilakukan saat menstruasi. Berbeda dengan orang yang sedang mengalami pendarahan yakni baru dapat mengonsumsi setelah tubuh kembali dalam keadaan normal.

Sebaiknya konsumsi ICP dilakukan sebelum atau sesudah makan?

Sebagian besar konsumsi obat memang dianjurkan setelah makan, karena dikhawatirkan akan terjadinya gesekan zat asam pada lambung yang menyebabkan timbulnya penyakit pada organ dalam. Sangat disarankan ICP Capsule dikonsumsi setelah makan, khususnya bagi orang yang memiliki radang pada bagian lambung. Mengapa dianjurkan mengonsumsi setelah makan? Karena setelah makan dapat melakukan penghindaran reaksi terhadap pencernaan seseorang.